Pin It

20210716 1. Kelas Perahu Kab. Pangkajene dan Kepulauan2Bupati Pangkajene dan Kepulauan Muhammad Yusran Lalogau saat mempresentasikan inovasi Kelas Perahu di hadapan Tim Panel Independen (TPI) secara virtual, Jumat (16/07).

 

JAKARTA – Enam inovasi disuguhkan di hadapan Tim Panel Independen pada hari terakhir tahap presentasi wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2021. Kelas Perahu, dibawakan sebagai inovasi pembuka hari ini oleh Pemerintah Kabupaten Pangkajenen dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Kelas Perahu merupakan inovasi pada kelompok khusus yang sudah dilakukan sejak tahun 2016. Terobosan ini merupakan sebuah upaya memberi kesempatan kepada semua anak untuk tetap bersekolah, baik yang terdaftar di sekolah negeri maupun yang dikelola oleh masyarakat.

Proses pembelajaran disesuaikan dengan kondisi siswa pada saat melaut dan saat tidak melaut, sehingga pembelajaran tetap dilaksanakan di tempat siswa berada. “Sebelum adanya inovasi di tahun 2015, angka putus sekolah itu sekitar 44 persen. Tahun 2021 angka tersebut menurun hingga berada di sekitar 11 persen,” ujar Bupati Pangkajene dan Kepulauan Muhammad Yusran Lalogau di hadapan Tim Panel Independen (TPI) secara virtual, Jumat (16/07).

Inovasi berikutnya datang dari Kabupetan Pinrang yang diberi nama Jabat Erat atau Kerjasama Pembinaan dan Bantuan Ekonomi Berkelanjutan. Bupati Pirang Amirudin menjelaskan bahwa Jabat Erat berupa kolaborasi para stakeholder untuk memfasilitasi pembinaan dan pendampingan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam tertib administrasi perizinan usaha, peningkatan kualitas produk, akses permodalan di lembaga perbankan, serta membantu akses pemasaran produk.

20210716 2. Jabat Erat Kerjasama Pembinaan dan Bantuan Ekonomi Berkelanjutan Kab. Pinrang 1

Sistem yang diterapkan inovasi Jabat Erat berdampak signifikan, ditandai dengan meningkatnya minat masyarakat dalam berusaha dan jumlah tenaga kerja yang diserap oleh UMKM. Jabat Erat ditetapkan sebagai salah satu inovasi terbaik di Sulawesi Selatan, serta dijadikan sebagai role model pengembangan strategi pelayanan perizinan dan percepatan investasi daerah melalui UMKM.

Selanjutnya adalah Kabupaten Banggai yang tampil dengan inovasi 1 PK-100 KK atau 1 Pembina Keluarga (PK) untuk 100 Kepala Keluarga (KK). Inovasi yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan ini terlahir sebagai bentuk pengembangan model pendekatan keluarga yang dilakukan dengan membuat lokus-lokus kecil di setiap unit jaringan puskesmas, yaitu dengan merektrut satu pembina keluarga untuk 100 kepala keluarga. Pembina Keluarga merupakan unsur tenaga kesehatan, baik dokter, bidan, perawat, serta tenaga kesehatan masyarakat lainnya.

“Inovasi ini juga terus kami kembangkan. Saat ini kami sedang menjajaki kerjasama layanan ambulans dering yang terhubung dengan aplikasi start up lokal Draiv untuk memudahkan bagi masyarakat dalam pelayanan kesehatan khusus ibu hamil, sehingga PK dan masyarakat lebih mudah mengakses pelayanan,” jelas Bupati Banggai Amirudin Tamoreka.

Sesi pertama tahap presentasi wawancara KIPP 2021 hari terakhir menampilkan inovasi dari Provinsi Gorontalo yang dikenal dengan Sahabat No-Tilang atau Satu Hari Beres Angkutan Tertib, Inovasi Tiadakan Pelanggaran. Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba menjelaskan inovasi ini menitikberatkan pada dua hal, yaitu simplifikasi proses birokrasi perizinan dan pengawasan perizinan by system.

20210716 4. SAHABAT NO TILANG SAtu HAri Beres Angkutan Tertib iNOvasi TIadakan peLANGgaran Provinsi Gorontalo 2

Simplifikasi proses birokrasi perizinan, agar lebih mudah, cepat, dapat diakses, dilayani kapan saja, dimana saja, dan dokumen perizinan yang dikeluarkan menggunakan tandatangan elektronik. Petugas cukup mengakses Sahabat No-Tilang secara online untuk mengetahui kelengkapan serta masa berlaku dokumen perizinan angkutan, tanpa perlu menyentuh dokumen secara langsung.

Inovasi tersebut merupakan penyempurnaan dari inovasi SiPeKa dan Si-TRAYEK yang menyediakan kemudahan akses terhadap pelayanan perizinan dan mendukung kemitraan yang efektif antara Dinas Perhubungan, Pengusaha Angkutan, PTSP Provinsi, dan pihak Kepolisian. Inovasi ini juga turut mendukung penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 dengan mempermudah perizinan dan pengawasan angkutan umum yang dapat dilakukan melalui gawai.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah membuka sesi kedua dengan membawakan inovasi Kerjasama Pemerintah, Bank, dan Bisnis yang disingkat Kerjasama PBB. Tujuan dari program Kerjasama PBB adalah menggalang dukungan dan membangun komitmen perbankan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah untuk pengembangan UMKM, meningkatkan pendampingan dan fasilitasi pengembangan UMKM, meningkatkan akses UMKM terhadap kredit modal kerja tanpa bunga di perbankan, serta meningkatkan kapasitas dan pendapatan UMKM.

Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua menjelaskan bahwa keberadaan kredit perbankan tanpa bunga telah menjadi penyelamat UMKM di masa pandemi Covid-19 serta menjaga stabilitas perekonomian di Maluku Tengah. Kerjasama PBB merupakan langkah pengembangan UMKM melalui kredit modal kerja tanpa bunga guna mendorong UMKM dalam pengembangan usaha dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah serta menciptakan lapangan pekerjaan yang layak bagi semua orang.

20210716 6. Mini Cattle Yard Solusi Pelayanan Terpadu MC YARD SIPANDU Sapi Potong di Provinsi Papua Barat Provinsi Papua Barat 2

Pemprov Papua Barat menutup rangkaian tahap presentasi wawancara KIPP 2021 dengan inovasi MC Yard Sipandu Sapi Potong di Provinsi Papua Barat. Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani mengungkapkan inovasi ini bertujuan menciptakan sarana produksi yang nyaman, efisien, dan efektif untuk pelayanan ternak sapi yang dipelihara ekstensif. Implementasi inovasi ini terutama pada efektifitas pelayanan inseminasi buatan guna perbaikan mutu genetik, yang pada gilirannya mampu menyumbangkan stok bibit, daging, dan ternak dewasa dengan nilai jual tinggi, demi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan peternak.

Lakotani juga menekankan bahwa inovasi ini menjunjung kenyamanan ternak guna memenuhi animal welfare. “Daging sapi dari Papua Barat itu daging sapi yang benar-benar segar, tidak diberi bahan kimia. Benar-benar organik, karena kami betul-betul memperhatikan kenyamanan ternak,” tutupnya. (rum/HUMAS MENPANRB)