
Menteri PANRB Rini Widyantini saat melantik JPT Madya, JPT Pratama, dan Jabatan Fungsional di lingkungan Kementerian PANRB di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
JAKARTA - Pelantikan jabatan bukan sekadar seremoni pergantian posisi maupun promosi karier. Di balik amanah yang diberikan, terdapat tanggung jawab besar untuk menghadirkan kinerja, menjaga integritas, dan memberikan dampak nyata bagi organisasi, pemerintahan, hingga masyarakat. Pesan tersebut menjadi penegasan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini kepada 15 pejabat yang baru dilantik di lingkungan Kementerian PANRB.
“Pelantikan ini tentunya bukan sekadar pergantian pejabat, ataupun pengisian jabatan, atau bukan sekadar promosi jabatan. Ini adalah suatu proses di mana di dalamnya ada kepercayaan dan tanggung jawab, sekaligus harapan agar saudara-saudara dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada organisasi dan masyarakat,” ujar Menteri Rini saat melantik JPT Madya, JPT Pratama, dan Jabatan Fungsional di lingkungan Kementerian PANRB di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Menteri Rini menjelaskan, pelantikan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan manajemen talenta melalui mekanisme talent scouting. Kementerian PANRB terus membuka ruang mobilitas talenta, baik dari internal organisasi maupun antarinstansi pemerintah, guna memperkaya kompetensi, pengalaman, serta perspektif dalam mendukung kinerja organisasi.
Menurutnya, keberagaman latar belakang dan pengalaman para talenta yang bergabung di Kementerian PANRB diharapkan dapat memberikan penguatan bagi organisasi. Mobilitas talenta juga menjadi bukti bahwa ASN memiliki kesempatan untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi di berbagai instansi pemerintah.
Lebih lanjut, Menteri Rini juga mengingatkan bahwa komunikasi pemerintah tidak hanya berbicara mengenai citra institusi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyampaikan kepada masyarakat berbagai kerja dan kebijakan yang telah dilakukan pemerintah.
“Kita tidak hanya berbicara tentang Kementerian PANRB, tetapi kita berbicara tentang pemerintahan Republik Indonesia. Tugas kita adalah memberikan informasi sebaik-baiknya tentang apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah,” tegasnya.

Selain itu Menteri Rini juga memberikan perhatian terhadap peran pejabat fungsional, khususnya para analis kebijakan dan analis jabatan. Mereka dinilai memiliki peran strategis sebagai kekuatan intelektual organisasi dalam menghasilkan analisis dan rekomendasi yang mendukung perumusan kebijakan.
“Jangan hanya berhenti untuk menghasilkan dokumen atau rekomendasi. Pastikan bahwa hasil analisis itu bisa membantu kita merumuskan kebijakan yang tepat dalam menyelesaikan persoalan,” ujarnya.
Adapun pejabat yang dilantik hari ini adalah Cahyono Tri Birowo sebagai Deputi Transformasi Digital Pemerintah; Bob Arfan sebagai Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik; serta 13 Pejabat Fungsional. Bertindak sebagai saksi adalah Sekretaris Kementerian PANRB Reni Suzana dan Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Nanik Murwati.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Rini berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, bekerja secara sungguh-sungguh, saling menguatkan, serta tidak pernah berhenti untuk belajar. “Melalui amanah yang dimulai hari ini, diharapkan lahir berbagai perubahan dan kontribusi nyata, baik bagi Kementerian PANRB, penyelenggaraan pemerintahan, maupun masyarakat” pungkasnya. (ynt/HUMAS MENPANRB)








