
Pada pertengahan Januari 2026, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming berencana mengunjungi Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Namun, akibat adanya agenda kenegaraan mendadak di Jakarta, kunjungan tersebut ditunda.
Pada saat itu, Wapres berjanji akan berkunjung pada kesempatan berikutnya. Hingga hari ini, Selasa (21/04/2026), ia pun menunaikan janjinya dengan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Yahukimo.
“Memang hari ini Pak Wapres memenuhi janjinya untuk datang ke Yahukimo. Beberapa waktu yang lalu beliau punya rencana kemari tapi terjadi penundaan. Karena ada suatu hal yang harus segera ditangani di Jakarta. Beliau harus kembali ke Jakarta. Nah, sekarang ini memenuhi itu,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago usai mendampingi Wapres meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai, Yahukimo.
Lebih lanjut, Djamari menyampaikan bahwa kehadiran Wapres di Yahukimo merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat dalam upaya membangun Papua.
“Sekarang beliau sedang melakukan peninjauan di rumah sakit Yahukimo. Beberapa kekurangan beliau catat, [termasuk] laporan dari para direktur perusahaan yang akan diselesaikan nanti di Jakarta. Pulang dari sini akan rapat,” ujarnya.
Terkait aspek keamanan, Djamari menegaskan bahwa situasi di wilayah Yahukimo secara umum dalam kondisi aman dan terkendali. Aparat keamanan terus melakukan langkah-langkah terukur untuk memastikan stabilitas wilayah serta melindungi masyarakat.
“Sebetulnya ada memang beberapa waktu yang lalu itu ada penangkapan di sini. Yang dilakukan oleh Satgas Cartenz. Itu adalah orang saudara kita yang di hutan sana mau kemari dan ditangkap di sini,” terang Djamari.
“Kemudian juga ada beberapa perkembangan di daerah sebelah Utara di sini yang juga terjadi kontak tembak. Itu tidak terlalu besar. Semuanya adalah [dalam rangka] mereka [aparat] mengamankan penduduk atau warga negara Indonesia di sini,” tambahnya.
Djamari menegaskan bahwa keterlibatan TNI dan Polri merupakan bagian dari komitmen negara dalam menjamin keamanan sebagai prasyarat utama keberlanjutan pembangunan di wilayah Papua.
“Karena dengan keamanan yang bisa membuat situasi pembangunan nasional ini bisa dilakukan dengan baik. Tentu harus dilakukan oleh TNI, oleh Polri, untuk memberikan keamanan kepada masyarakat di sini,” ungkapnya.
Untuk itu, sambung Djamari, pemerintah memastikan bahwa upaya pengamanan dilakukan secara berkelanjutan demi terlaksananga agenda pembangunan di tanah Papua. Menurutnya, stabilitas wilayah menjadi kunci agar berbagai program prioritas dapat terealisasi secara optimal.
“Upaya itu sudah dilakukan, sedang dilakukan sampai dengan hari ini dan akan dilaksanakan. Sampai kapan? Sampai dengan selesai. Dan pembangunan supaya bisa berjalan dengan baik untuk kepentingan masyarakat kita di sini,” pungkasnya.
Yahukimo, 21 April 2026
Biro Pers, Media, dan Informasi
Sekretariat Wakil Presiden







