Pin It

20260204 KPI Dorong Kolaborasi Regional Hadapi Disrupsi AI di Sektor Penyiaran ASEANAnggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Amin Shabana menegaskan bahwa regulator penyiaran tidak lagi dapat bekerja secara terpisah dalam menghadapi tantangan globalisasi media dan percepatan transformasi teknologi, khususnya di era disrupsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). (Foto : Hasil Tangkapan Layar YouTube)

 

Jakarta, InfoPublik — Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Amin Shabana menegaskan bahwa regulator penyiaran tidak lagi dapat bekerja secara terpisah dalam menghadapi tantangan globalisasi media dan percepatan transformasi teknologi, khususnya di era disrupsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Hal tersebut disampaikan Amin Shabana dalam Lokakarya Regional “Broadcasting in the Age of AI Disruption” yang diselenggarakan pada 4 Februari 2026 di Ballroom Lune Hotel Mövenpick Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh otoritas regulasi penyiaran dan multimedia dari kawasan Asia Tenggara.

Menurut Amin, forum regional ini telah diprakarsai KPI sejak tahun 2023 dan kemudian diusulkan kepada Sekretariat ASEAN untuk dikembangkan menjadi kerja sama regional. Usulan tersebut mendapat dukungan penuh dari ASEAN serta Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Biro Hubungan Internasional.  “Dengan dukungan ASEAN dan Kementerian Komunikasi dan Digital, persiapan kegiatan ini telah dimulai sejak 2024. Forum ini menjadi wujud nyata komitmen KPI dalam mendorong kerja sama lintas negara menghadapi perubahan lanskap media,” ujar Amin.

Ia menjelaskan bahwa di tengah arus globalisasi media dan perkembangan teknologi yang sangat cepat, tantangan penyiaran tidak lagi bersifat domestik. Oleh karena itu, KPI secara aktif memperkuat jejaring internasional dengan regulator penyiaran dan multimedia di kawasan ASEAN maupun di luar kawasan.

Amin juga mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari Center for International Cooperation Kementerian Komunikasi dan Digital serta Sekretariat ASEAN sejak 2024. Berbagai kegiatan telah terlaksana, termasuk webinar bertajuk End of Year Digital Broadcasting Webinar yang melibatkan regulator penyiaran ASEAN dan kalangan akademisi internasional.  “Momentum ini kami lanjutkan dengan lokakarya regional yang berlangsung hari ini hingga besok, sekaligus mengintegrasikannya dengan Broadcasting and Multimedia Regulatory Authorities Forum Southeast Asia,” jelasnya.

Lokakarya regional tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam membekali regulator dan pemangku kepentingan industri penyiaran untuk merespons adopsi AI yang semakin masif. Forum ini juga menjadi ruang dialog untuk membahas isu etika, kesenjangan keterampilan, tantangan bisnis, serta peluang inovasi konten berbasis teknologi baru.

Komisioner KPI Pusat itu menekankan bahwa tantangan bersama yang dihadapi industri penyiaran saat ini mencakup meningkatnya misinformasi, konten hoaks, penggunaan AI generatif, maraknya konten deepfake, hingga potensi konten berbahaya yang dapat mengganggu stabilitas sosial dan kawasan. “Melalui forum ini, kita berdiri bersama untuk menghadapi ancaman bersama, sekaligus memperkuat kerja sama melalui produksi bersama, pemantauan bersama, dan kolaborasi lintas negara di sektor penyiaran,” tegasnya.

Sebagai bagian dari inisiatif penguatan kebijakan berbasis data, Amin juga mengungkapkan bahwa studi dasar telah dilaksanakan sejak Desember 2025 melalui kolaborasi dengan University of Malaya (Malaysia) dan Mitra Research Council Tama Indonesia. Studi ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan kebijakan dan kerja sama regional yang berkelanjutan.  “Kami berharap lokakarya ini tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi mekanisme jangka panjang untuk memperkuat ketahanan industri penyiaran ASEAN di tengah dinamika media global dan perubahan pola konsumsi publik,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Amin Shabana menyampaikan keyakinan bahwa kolaborasi regional akan memperkuat masa depan penyiaran di kawasan Asia Tenggara. “Bersama kita lebih kuat, dan bersama pula kita dapat memajukan masa depan penyiaran di kawasan kita,” pungkasnya.