Pin It

20260316 Ketahanan Rupiah Terhadap Guncangan Global Cukup Baik

 

Jakarta, InfoPublik - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa hingga saat ini ketahanan rupiah terhadap guncangan global masih cukup baik.

Menkeu juga membantah adanya anggapan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hancur akibat adanya perang di Timur Tengah.

"Kalau kita lihat dinamika global memang gonjang-ganjing mengganggu semuanya. Ada yang bilang rupiah hancur. Tapi kalau kita lihat betul, itu setiap perang rupiah hanya terdepresi sebesar 0,3. Jadi sebetulnya bagus daya tahanan kita. Yang real, yang pemain yang punya duit betul, bilangnya seperti ini. Tapi yang yang nggak punya duit kali Pak yang jelek-jelekin," kata Purbaya di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Purbaya menegaskan penilaian rupiah hancur tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Menurutnya, pelaku pasar yang benar-benar menanamkan dana justru masih menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Purbaya mencontohkan indikator risiko negara seperti Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun yang masih relatif stabil. Selain itu, spread Surat Berharga Negara (SBN) terhadap US Treasury juga hanya berubah sangat kecil.

"Terus kalau kita lihat yang CDS, IDR 5 year, 5 tahun, masih relatif stabil . Gambar yang kanan atas Pak, itu adalah spread dari SBN terhadap treasury. Di Januari 25, 240 basis point. Sekarang 243 basis point. Naiknya hanya terbatas 0,3 basis point. Artinya asing masih percaya ke kita. Yang domestik aja nggak percaya Pak. Terus kalau kita lihat, ya bukan domestik aja. Pengamat domestik yang nggak percaya," jelas Purbaya.

Menkeu menambahkan data arus modal yang masih menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik. Pada Maret misalnya, meski terjadi outflow SBN sekitar Rp0,7 triliun, terdapat inflow ke instrumen SRBI sekitar Rp2,2 triliun serta inflow di pasar saham sekitar Rp2,2 triliun.

"Jadi setelah goncang-goncang-goncang, di bulan Maret sepertinya masih masuk ke sini Pak. Artinya mereka percaya betul bahwa fondasi kita bagus. Ini kalau investor-investor yang asli seperti ini Pak, karena mereka taruh uang," pungkasnya. (*)