BOGOR – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi mengajak pimpinan daerah dan aparatur sipil negara agar tidak terjebak dalam protokoler, tetapi harus responsive terhadap rakyat yang dilayani. “Pimpinan harus mampu mengkoordinir kerja-kerja lintas sektor dan menerapkan langkah-langkah konstruktif,” ujar Yuddy Chrisnandi dalam kunjungan kerjanya di Pemkot Bogor, Sabtu (01/11).
Dalam kesempatan itu, Yuddy mengajak Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dan segenap jajaran untuk saling bergotong royong dengan semangat kebersamaan. Namun pemimpin yang baik, lanjutnya, tidak segan-segan memberi teguran yang keras kepada aparatur-aparatur negara yang tidak seirama dengan visi dan misi pemimpin.
Sinergi itu mutlak diperlukan, karena tidak ada pekerjaan yang sempurna yang dilakukan oleh salah satu pihak saja. “Dinas satu dengan dinas lain harus kerjasama. Demikian juga antara walikota dan wakil walikota, serta Sekda,” imbaunya.
Bima Arya kepada Menteri PANRB, mengungkapkan, seluruh pejabat eselon 3 di jajaran Pemkot Bogor wajib menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Gerakan penghematan pun sudah dijalankan oleh Walikota yang rajin blusukan tersebut. “Untuk penyerapan, kami alokasikan kepada anggaran-anggaran belanja langsung ke masyarakat,” ungkapnya. (bby/HUMAS MENPANRB)
Berita Terbaru
08.Jan.2026
Kembalinya Kedaulatan Pangan Indonesia
08.Jan.2026
Menteri PANRB Tegaskan Zona Integritas Bukan Sekadar Pemenuhan Indikator Mengejar Predikat
08.Jan.2026
Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan ZI dan Perjanjian Kinerja Kementerian Hukum 2025
08.Jan.2026
Audiensi dengan Ketua MA
07.Jan.2026
Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan
07.Jan.2026
Audiensi Ketua LPSK
07.Jan.2026








