







Foto: tie/HUMAS MENPANRB
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Panitia Antar Kementerian (PAK) Penyusunan Rancangan Presiden tentang Desain Besar Reformasi Birokrasi Nasional (DBRBN) 2026-2045, secara hybrid, Kamis (5/2/2026). Kegiatan dibuka oleh Asisten Deputi Perumusan dan Koordinasi Kebijakan Penerapan Reformasi Birokrasi Kementerian PANRB Agus Uji Hantara.
Dalam sambutannya Agus Uji menyampaikan bahwa R-Perpres DBRBN 2026-2045 ditargetkan dapat diselesaikan pada triwulan 1, dengan tetap memastikan keselarasan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan program penyusunan, serta dukungan seluruh kementerian/lembaga melalui penyampaian masukan substansif.
Kegiatan FGD ini bertujuan untuk melakukan penyempurnaan R-Perpres DBRBN 2026-2045 khususnya terkait penguatan RB tematik, kejelasan roadmap dan indikator, pembagian pengampu sasaran, penyederhanaan kelembagaan, serta konsolidasi indeks dan mejabisme pengukuran RB agar lebih terintegrasi, berorientasi dampak, serta meminimalkan tumpang tindih penilaian.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Deputi Bidang Transformasi Digital Pemerintah Kementerian PANRB Aan Syaiful Ambia; Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Sistem Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PANRB Deny Isworo; Asisten Deputi Perumusan Strategi dan Kebijakan Transformasi Digital Pemerintah Kementerian PANRB Agi Agung Galuh Purwa; Asisten Deputi Keamanan, Kelembahaan, dan Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Budi Setiawati; Direktur Pengukuran dan Indikator Riset, Teknologi, dan Inovasi BRIN Khairul Rizal; Plt. Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Hukum Kementerian PANRB Sri Rezeki Nawangsasih; serta tim teknis lainnya.